Showing posts with label dari. Show all posts
Showing posts with label dari. Show all posts

Sunday, October 27, 2013

Tablet Paling Murah 1 Jutaan dari Acer A200 Apa Kelebihannya

Tablet acer paling murah dengan harga 1 jutaan, apa saja fitur menariknya?
Satu lagi merk terkenal Acer mulai memperkenalkan tablet super murahnya dengan harga 1 jutaan. Harga Tablet acer A200 ini di beberapa kota seperti jakarta, semarang, solo, jogjakarta, bandung dan surabaya bisa anda tebus dengan harga kisaran 1,2 jutaan. Memang harganya bisa dibilang untuk kelas bawah, namun jika dilihat dari speknya sendiri memang lumayan untuk sekedar gaming dan seraching browsing. Sayangnya anda harus menggunakan koneksi wifi karena tidak menyediakan slot sim card, jadi ini menjadi kelemahannya dari semua produk tablet murah dari kebanyakan vendor terkenal.
tablet 10 inch acer paling murah 1 jutaan (A200)

Dari bentuk memang tablet ini lebih terlihat tebal, namun kelebihannya ada pada koneksi USB dan mini USB port yang mudah anda gunakan, layar sentuh sudah capasitive dengan ukuran layar 10,1 inch. Slot eksternal bisa anda upgrade hingga 32 GB.

Kelebihan lain yang bisa anda temui di tablet murah acer A200 ini adalah pada sisi prosessor yang menggunakan N Vidia tegra 2 dual core dengan OS android v4.0. dan berjalan di OS ICS. Untuk koneksi memang secara keseluruhan anda bisa menggunakan wifi, bluetooth dan juga GPS sudah compatible. 
Memang dari pihak acer sendiri menganggap bahwa tablet murah ini sangat handal unutk fitur multimedia nya. Untuk video sudah bisa memutar video 1080p dengan lancar. Produk tablet murah acer ini sudah bisa anda temui di pasaran, baik di distributor resmi yang ditunjuk Acer maupun toko komputer yang tersedia do kota anda. 
ReadFull Article ..

Saat Sakit Pria Lebih Manja Dari Wanita

Sebenarnya, wanita punya ketahanan tubuh yang lebih baik. Bukan kami yang mengarang fakta ini, Anda bisa membacanya di berbagai artikel Vemale atau majalah kesehatan. Faktanya lagi, saat sudah terlanjur sakit, pria lebih manja dibandingkan wanita. Pria bisa menjadi makhluk yang teramat sangat manja, bahkan saat dia hanya terserang flu atau sakit kepala.


Dilansir RedBookMag, fakta mengenai kemanjaan pria ini dijabarkan. Kemanjaan seseorang saat sakit dapat diakibatkan oleh rasa kangen saat dirawat oleh sang ibu ketika kecil. Bagi banyak pria, sentuhan lembut tangan ibu dan kemanjaan yang diberikan saat sedang sakit ingin diulang kembali walaupun usia mereka sudah dewasa. Berbeda dengan wanita yang lebih bisa merawat diri sendiri saat terkena flu atau sakit ringan.

"Sebagian besar pasien wanita saya mengeluhkan bagaimana pasangan mereka sering manja dan ingin agar sang wanita merawat sang pria sama seperti ibu mereka," ujar Mary Jane Minkin, MD, seorang dokter dari Yale School of Medicine.

Pria yang tangguh sekalipun bisa berubah jadi bayi saat sedang sakit, ini tidak hanya terjadi pada pasangan Anda, tetapi terjadi hampir pada semua pria, terutama yang sudah memiliki pasangan, baik kekasih terlebih lagi istri. Hmm.. apakah harus memanjakan mereka saat sakit? Boleh saja, apalagi jika pasangan Anda bukan tipe pria manja saat sedang sehat. Sekali-kali memanjakannya boleh saja.

Biasanya pria yang sedang sakit ringan seperti flu atau demam senang menikmati masakan berkuah dan hangat, Anda bisa memasak untuknya. Memberi sedikit pijatan ringan di bahu atau memberi kompres juga bisa membuat pria yang sedang sakit merasa lebih nyaman.

Apakah hal ini terjadi pada pasangan Anda, ladies?
ReadFull Article ..

Jokowi Dianggap Kena Getah dari Foke

Jokowi Dianggap Kena Getah dari Foke - Pernyataan negatif petinggi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang baru setahun menjabat telah mengundang reaksi keras di masyarakat.

Tak cuma publik saja yang mengecam komentar Wakil Ketua Umum Demokrat soal kebakaran 1.000 rumah di kawasan Kelapa Gading. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga sewot dengan Nurhayati.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Eva Kusuma Sundari balik menilai peristiwa kebakaran itu tak lepas dari warisan Gubernur sebelum yang didukung Demokrat, yaitu Fauzi Bowo (Fokoe).

Eva menekankan era Foke merupakan faktor penyebab seperti tidak adanya sistem peringatan dini kebakaran di perkampungan sehingga yang tidak bisa dicegah dan sulitnya akses mobil pemadam ke lokasi.



Ditanya tentang motif politik Nurhayati, Eva enggan memprediksi. “Ini soal frame berpikir, jika nyari jeleknya saja pasti ya nemu,” kata Eva kepada detikcom, Selasa (22/10).

“Kan bukan Jokowi yang membakar rumah seperti yang beliau jawab soal Foke bukan sebagai pembakar. Tapi Jokowi seperti kena getah dari kebijakan gubernur sebelumnya yang membiarkan orang bikin rumah tidak memenuhi syarat dan rawan kebakaran," ujar Eva membeberkan.

Anggota Komisi Hukum DPR ini mengibaratkan Jokowi mewarisi ilalang kering dari Foke yang setiap saat ada pemicu akan mudah terbakar. "Warisan, salahkan yang mewariskan dong,” kata Eva ketus.

Eva menyebut Nurhayati tidak melakukan analisa utuh sebelum berkomentar. “Oposisi terhadap gubernur DKI tapi menggunakan data statis, tanpa analisa utuh dan komprehensif mana asap mana api, salah menyebut asap sebagai api.”

Dia melihat saat ini ada dua langkah besar yang masih dinantikan warga ibu kota dari Jokowi yaitu penanganan masalah banjir dan macet. “Untuk dua masalah klasik itu belum tampak perubahan walau semua orang tahu Jokowi-Ahok sudah mulai mengurai benang kusutnya," tutur Eva.

Politisi PDIP yang duduk di DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo juga memberikan penilaian senada. Menurutnya pernyataan Nurhayati justru malah makin membuka mata masyarakat atas keburukan kinerja Foke saat memimpin Jakarta.

“Kebakaran saat ini gak terlepas dari kinerja Foke. Jadi kalau Nurhayati bilang ada jasa Foke, ya kebakaran ini, sebab itu terjadi karena penataan ibu kota yang tidak pernah dilakukan Foke dengan baik," tegas Dwi kepada detikcom, Selasa (22/10).

Sama halnya dengan banjir, Dwi melanjutkan, gedung-gedung bebas berdiri tanpa ditertibkan izinnya. Rio mengingatkan, masa kerja satu tahun yang baru dilalui Jokowi terlalu pendek untuk memperbaiki Jakarta yang amburadul sebab tak diurus dengan baik oleh pemimpin terdahulu.

Tudingan Nurhayati ke Jokowi juga membuat politisi Gerindra di DPRD DKI angkat suara. Muhammad Sanusi menyatakan pemetaan daerah rawan kebakaran yang malah tidak pernah selesai dari era Foke justru baru rampung setelah tampuk pemerintahan ada pada Jokowi.



Rata-rata daerah rawan kebakaran yang juga padat penduduk itu tidak ada fasilitas source air dan hidran di pinggir jalan yang mempermudah petugas pemadam. "Sudah dari masa Foke diingatkan, kenapa ada hidrannya tapi air tak disuplai. Enggak ada pengawasannya,” ujar dia kepada detikcom, Selasa (22/10).

source: detikcom
ReadFull Article ..